Manfaat buah Tomat dengan kandungan Lycopene

14 February 2017

Sewaktu kita makan nasi goreng, maupun lalapan sayur serta sambal, dsb, maka buah tomat menjadi salah satu pelengkap dari menu tersebut. Ternyata, selain sebagai pelengkap menu makanan, buah tomat juga mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan. Buah Tomat mengandung nutrisi yang cukup  bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya adalah kandungan  vitamin A di dalam buah tersebut. Selain itu, Tomat diketahui mengandung  antioksidan yang tinggi, salah satu zatnya  adalah lycopene. Beberapa manfaat dari buah  tomat, meliputi  diantaranya:

1. Kesehatan mata

Tomat mengandung  vitamin A yang menjadi sumber manfaat bagi kesehatan mata. Jika mengalami gangguan mata baik  minus/plus, maka sebaiknya rajin mengonsumsi tomat, karena akan membantu memperbaiki penglihatan. Di samping itu, buah tomat juga dapat menurunkan risiko gangguan mata serius, seperti degenerasi pada  makula.

2. Menurunkan tekanan darah

Tomat mengandung potasium , yang membantu menurunkan tekanan darah. Bukan hanya itu, tomat juga mengandung lycopene, dapat mengurangi LDL sebagai kolesterol “jahat” dan meningkatkan tingkat HDL / kolesterol “baik” dalam tubuh.

3. Kulit jadi lebih cerah

Vitamin A yang terkandung di dalam tomat juga memiliki manfaat baik bagi kulit. yakni, akan membuat kulit jadi lebih kencang, cerah dan halus. Tak hanya itu, tomat juga membantu menyembuhkan kulit akibat terbakar matahari.

4. Mengobati peradangan

Tomat yang dimasak mengandung jumlah yang lebih tinggi  lycopene, yang membantu dalam mengobati  penyakit yang menyebabkan terjadinya risiko  penyakit jantung dan kanker.

Adapun manfaat lycopene yang dikenal adalah mencegah kanker prostat, namun, studi yang baru menyebutkan zat lycopene juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal.

Studi itu menyatakan, konsumsi tomat dan buah yang mengandung lycopene secara rutin dapat mencegah seseorang terkena kanker ginjal. Bahkan beberapa studi lainnya juga menemukan konsumsi buah-buahan dengan antioksidan yang memberikan warna kemerahan itu bisa mengurangi risiko sejumlah kanker lainnya.

Dalam studi, para peneliti melakukan analisis terhadap 92.000 wanita menopause yang diikuti sejak pertengahan 1990-an hingga 2013. Responden diminta mengisi kuesioner mengenai pola makan mereka, khususnya terkait jumlah mikronutrien, termasuk lycopene, yang mereka konsumsi.

Dalam periode studi tersebut, sebanyak 383 responden didiagnosis dengan kanker ginjal. Setelah itulah, peneliti mulai menelaah hubungan antara kanker ginjal dengan jumlah vitamin yang dikonsumsi dalam pola makan, termasuk lycopene, vitamin C, E, dan karoten.

Hasil menunjukkan, dari sekian banyak vitamin yang ditelaah, hanya lycopene yang memiliki keterkaitan dengan penurunan risiko kanker ginjal. Wanita yang mengonsumsi lycopene dalam jumlah yang lebih banyak mengalami penurunan 45 persen risiko kanker ginjal dibandingkan dengan mereka yang makan lycopene yang lebih sedikit.

Dr.  Won Jin Ho dari Case Western Reserve University di Ohio mengatakan, konsumsi tertinggi lycopene yang dilakukan oleh responden dalam studi ini sama dengan konsumsi empat buah tomat setiap hari. Namun ia juga menegaskan, lycopene tidak hanya didapat dari buah tomat saja, melainkan juga dari saus tomat atau buah lainnya yang mengandung lycopene

Kanker ginjal, meskipun prevalensinya tidak terlalu tinggi, namun dapat menyebabkan kerusakan organ yang berfungsi dalam penyaringan darah dan mengeksresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh tersebut. Kanker ginjal seringkali tidak bergejala saat masih dalam stadium awal, selanjutnya tanda-tandanya adalah ditemukannya darah pada urine.

Sumber:
Times of India news, Beita satu, kompas health