Obesitas Awal Berbagai Penyakit Kronik

08 February 2017

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Obesitas adalah fenomena dunia modern yang diet tinggi lemak dan kalori serta hidup kurang gerak dan  menjadi awal berbagai penyakit kronik. 

Di Indonesia, kasus obesitas tahun 2013 mencapai 17,7% atau naik dari 13,9% di tahun 2007. Pada perempuan, kasus obesitas di tahun 2007 baru 14% namun di tahun 2013 mencapai 32%.

Obesitas terutama obesitas sentral (lemak perut) menyebabkan inflamasi dan mengganggu sensitivitas insulin dan berakhir pada diabetes.

"Lemak viseral atau lemak perut, adalah sumber inflamasi dan memicu berbagai masalah kesehatan dan penyakit kronis,' kata dr Stella Bella M.Gizi SpGK saat diskusi Asupan Serat sejak Dini Cegah Penyakit Kronis, di Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Selain penyakit jantung dan diabetes, penyakit kronis lain yang disebabkan obesitas di antaranya sleep apnea, sakit pinggul, GERD (asam lambung naik), hipertensi, nyeri lutut atau osteoarthritis dan sebagainya.

"Obesitas dapat dicegah dengan hidup sehat yakni makan sehat, cukup minum air, mengurangi stress dan olahraga cukup,' katanya.

Terkait gaya hidup diet yang sehat, serat memiliki peran yang besar.

Dalam tumpeng gizi, serat yang banyak terkandung di buah dan sayur ada di tingkat kedua untuk porsi yang harus diperbanyak setelah karbohidrat.

Dalam sehari minimal 4-5 porsi buah dan sayur.

Asupan serat pangan di Indonesia direkomendasikan 10-13 gram/hari dalam 1000 kkal dan 25-30 gram dalam 2.100 kalori.

Ada dua jenis serat yaitu serat yang terlarut dan tidak terlarut di air yang terdapat dalam buah dan sayur.

"Untuk ibu hamil dan menyusui kebutuhannya lebih tinggi. Mekanisme kerja serat adalah sumber serat masuk ke lambung untuk dihancurkan seperti susu kental sebelum masuk ke usus halus untuk diserap sari-sari makanan," katanya.

Jika tidak ada serat semua akan diserap termasuk kolesterol.

Jika ada serat maka kolesterol akan diikat oleh serat sehingga tidak akan diserap usus halus lalu serat beserta sisa makan akan masuk ke usus besar untuk dibuang.

Fungsi serat adalah mengenyangkan dan menunda rasa lapar, mengikat kolesterol, dan melancarkan proses buang air besar dan menyeimbangkan kadar gula.

“Makanan kaya gula sangat cepat mningkatkan kadar gula, berbeda dengan serat di mana kadar gula akan naik perlahan sehingga tidak mudah lapar dan gula darah lebih stabil sehingga mencegah diabetes dalam jangka panjang,” kata Stella.

Porsi yang dianjurkan 3-4 porsi untuk sayuran dan 2-3 porsi buah dalam sehari.

Sayur dan buah banyak direkomendasikan berbagai jenis diet. Faktanya konsumen yang tidak mengonsumsi buah dan sayur di Indonesia sangat tinggi mencapai 93,5 persen artinya hanya 6,5 persen yang rutin mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari.

Dalam rangka meningkatkan konsumsi sayur & buah, PT Kalbe Farma Tbk mengeluarkan varian terbaru jus sari sayur dan sari buah, Vegie Fruit Premium.

Arwin Hutasoit selaku Group Brand Manager Beverages PT Kalbe Farma Tbk., menjelaskan riset tentang Health Concious Hierarki,  ada beberapa kategori konsumen dalam memilih produk minuman kesehatan.

"Yang pertama, tipe Health aware yaitu kelompok yang sudah sadar bahwa buah dan sayuran penting untuk kesehatan namun mereka masih membeli produk yang masuk kategori tidak sehat," katanya.

Kedua adalah health starter, yang sudah mulai membeli minuman sehat yang secara image sudah sehat, namun masih juga membeli minuman tidak sehat.

"Kelompok ketiga, health adopter  adalah kelompok yang hanya membeli produk berkualitas dan alami, misalnya jus rendah gula, dan kelompok keempat adalah health extremist yang hanya makan dan minuman yang fresh,' katanya.

 

source : http://www.tribunnews.com/kesehatan/2016/11/16/obesitas-awal-berbagai-penyakit-kronik